Selasa, 20 Mei 2014

Contoh Proposal Muhadloroh Akbar




PROPOSAL KEGIATAN
MUHADLOROH AKBAR

OPPMU
(Organisasi Pelajar Pesantren Mubarokul Ulum)





 









YAYASAN PONDOK PESANTREN MUBAROKUL ULUM
JL. SUKA ASIH NO. 8 PENANGGAPAN BANJARHARJO BREBES 52265


I.                   PENDAHULUAN

                  LATAR BELAKANG

Islam adalah agama dakwah yaitu agama yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia. Sebagai rahmat bagi seluruh alam Islam dapat menjamin terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia bila mana ajaran Islam yang mencakup segenap aspek kehidupan itu dijadikan sebagai pedoman hidup (way of life) dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh (Abdul Rosyad Shaleh:1993:1).
Dakwah Islam adalah suatu kemestian yang dibebankan kepada setiap laki-laki dan wanita mukmin yang mukallafi. Allah Azza Wa Jalla telah memilihkan dakwah sebagai jalan yang harus ditempuh oleh setiap mukmin, agar bias meraih kemenangan. Maka sungguh beruntunglah mereka yang telah mengikhlaskan dirinya meniti jalan dakwah sebagai upaya mencapai ridho-Nya. (Abu Ahmad, 1994:1)
Kewajiban mendakwahkan agama adalah bukan hal yang baru bagi umat Islam. Kewajiban tersebut merupakan kewajiban dasar manusia untuk selalu mengabdi kepada kebenaran. Kondisi sekarang yang begitu kompleknya dan manusia merupakan makhluk sosial yang hidup ditengah-tengah komplesitas sistem kemasyarakatan yang terus berubah dan terus berkembang dari masa kemasa yang akan mempengaruhi pola pikir manusia. Oleh Karena itu tugas dan kewajiban dakwah dalam sejarah Islam bukan suatu yang dipikirkan sambil lalu, melainkan yang sejak semula diwajibkan bagi pengikutnya, seperti yang tersirat dalam Al- Qur’an surat an-Nahl ayat 125.
Sains dan teknologi serta kemajuan zaman yang tidak mengindahkan norma-norma agama dan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi masyarakat, menyebabkan manusia sekarang mengalami dekadensi moral yang menyebabkan krisis insani. Maka untuk mengembalikan nilai-nilai tersebut diperlukan adanya da’i dan mubaligh yang handal dan berkualitas serta menguasai bagaimana cara berkhitabah yang baik dan benar, yaitu memiliki pengetahuan yang banyak. Mempunyai keahlian (skill) dalam berdakwah sehingga mampu menyampaikan dan menjelaskan ajaran Islam dalam situasi apapun.
            Maka sehubungan dengan hal tersebut kami bermaksud menyelenggarakan kegiatan penutup yaitu Muhadloroh Akbar









MAKSUD DAN TUJUAN


Adapun maksud di adakannya kegiatan Muhadloroh Akbar ini agar mampu memompa rasa percaya diri dan motivasi Santri maupun Santriah dalam menyebarkan agama Islam.
Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan diadakannya acara ini.
a.                  Meningkatkan rasa percaya diri Santri maupun Santriah.
b.                  Memotivasi Santri dan Santriah dalam minat mendalami syiar islam.
c.                   Melatih Santri dan santriah dalam berdakwah.



II.                 ISI PROPOSAL

TEMA KEGIATAN

نتعلم بالجد ننزح بالاءمتيز
“Belajar bersungguh-sungguh dengan hasil yang sempurna”





PELAKSANAAN


1.      Nama Kegiata                     : Muhadloroh Akbar
2.      Waktu                                 : Pukul 20.00 s/d selesai
3.      Tanggal                               : 22 Mei 2014
4.      Tempat Pelaksanaan           : PonpesMubarokulUlum














PANITIA PELAKSANA           


Penanggung jawab                         : H.R.Saepul Bahri S.Pd.I,M.M.Pd.
Penasehat                                        : Ustad Edi Kurniawan S.Pd.
Ketua                                              : Uus Ruswat
Wakil Ketua                                    : Teti Barokah
Sekretaris                                        :  -Saripudin
   -Sartika
Bendahara                                       : Siva Nurazizah
                     A.   Seksi-seksi
·         Acara                             : -Dede Purwanto
                                                    -Cahyani
                      -Titin Ferawati

·         Konsumsi                      : -Triana
                                                    -Ciciawati
                                                    -Santi Rahayu
                   -Desi Lestari
                    -Sifa Badriah
                               
·         Pubdekdok                    : -Jaenudin
                                                    -Tendi Lesmana
                                                    -Rindiani
                                                    -Tira Sari S
                                                    -Aan Kurnia
        
·         Keamanan                     : -Susi Laelasari A
                                                                          -Syafiqurohman
·         Humas               : -Raswin
                                                    -Dinar Triana
                                                    -Tuti Anisah











ESTIMASI BIAYA

      PENGELUARAN

1.      Seksi Kesekretariatan
-     Piagam                        @Rp. 500 x 10                                     Rp.       5.000
-     Foto Copy Undangan   @Rp. 150 x 20                         Rp.       3.000
-     Pembuatan Proposal                                                   Rp.       5.000
Jumlah             Rp.       13.000
2.      Seksi Acara
-     Hadiah                                                                         Rp.       200.000
Jumlah             Rp.       200.000                                  
3.      Seksi Pubdekdok
- Kertas Karton @Rp. 2.500 x 15                          Rp.       37.500
-     Aksesoris                                                         Rp.       100.000
-     Double Tape @Rp. 5.000 x 2                          Rp.       10.000            
                                          Jumlah             Rp.      147.500

4.      Seksi Konsumsi                       
-     Konsumsi tamu undangan dan juri                Rp.         100.000
-    
                                          Jumlah             Rp.       100.000

                                          Total                Rp.       460.500
Terbilang: (Empat Ratus Enam Puluh RibuLlima Ratus Rupiah)      















III.              PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.







































LEMBAR PENGESAHAN


Ketua Panitia



Uus Ruswat
Sekretaris



Saripudin

Mengetahui,
Pimpinan Ponpes

H. R. Saeful Bahri, S.Pd.I, M.M.Pd

Jumat, 31 Januari 2014

Bahagianya Orang Ikhlas

Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. "Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian". Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang Perang Yarmuk. Tak lama kemudian, datanglah utusan Khalifah membawa sepucuk surat untuk Khalid bin Walid. "Pedang Allah" ini segera membacanya. Di dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah Abu Bakar dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin Khathab. Yang terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima perang yang disandang Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya. Bagaimana sikap Khalid? Ia menerima pemberhentian tersebut dengan sikap ksatria. Tidak sedikit pun kekecewaan dan emosi terpancar dari wajahnya. "Aku tidak berperang untuk Umar. Aku berperang untuk Tuhannya Umar," demikian ungkapnya. Ia segera mendatangi Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menyerahkan kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang habis-habisan di bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu adalah masa keemasan Khalid bin Walid. Saudaraku, betapa bahagianya Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak buahnya, lalu berperang habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi perjuangannya adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya. Kita harus mulai mengevaluasi diri. Boleh jadi kita sibuk beramal, namun tidak sibuk menata niat. Sehingga amal-amal yang kita lakukan tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit, bila kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah, bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk beramal, tapi sibukkan pula dengan meluruskan niat. Bagaimana agar kita bisa ikhlas? Tekniknya sederhana. Pusatkan pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah, bagaimana agar amal kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan cara terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik. Saudaraku, orang ikhlas itu pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab, Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri (keutamaan) dalam hidupnya. [1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk. [2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya. [3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas. [4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah. [5] Tidak menonjolkan "bendera". Orang ikhlas tidak berjuang untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan. [6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. "_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas" (QS Al Hijr [15]: 39-40). Wallaahu a'lam . ( KH Abdullah Gymnastiar ) "Berkatalah yang baik atau diam, karena sesungguhnya segala perbuatan akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak...."

Jumat, 01 November 2013

Kisah Teladan

~*:. 40 Tahun Berbuat Dosa .:*~ Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!" Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: "Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas. Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman. Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya." Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!." Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!" Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT." Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini." Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit. Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?" Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu." Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?" Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?" (Dikutip dari buku: "1001 Keinsafan "Kisah-kisah Insan Bertaubat. Oleh: Kasmuri Selamat M A) (SELESAI) Sumber:http://www.pendongeng.com/kisah-teladan-islam/364-40-tahun-berbuat-dosa.html